Tampilkan postingan dengan label Tan Malaka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tan Malaka. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Desember 2013

Tan Malaka : Serikat Islam Semarang dan Onderwijs

http://www.kaostokoh.com/

Judul : Serikat Islam Semarang dan Onderwijs (Sebuah karya Tan Malaka tahun 1921)
Esai Pengantar : Harry A Poeze, Setioko
Jenis Buku : ASLI (Bukan Copy)
Kondisi : Baru / Segel
Cover : Soft Cover
Jumlah Halaman : 60 hal

Daftar Isi :
Esai Pembuka
- "Dwi Tunggal S.I. School oleh Setioko
- "Jejak Sejarah Tan Malaka dan S.I. School" Oleh Harry A Poeze
- "Brosur Kecil : Sekolah Tandingan di Zaman Pendidikan" Oleh Rianto

Teks Asli "Serikat Islam Semarang dan Onderwijs"
- Pendahuluan
- Peraturan Onderbouw
- Peraturan middenbouw

Lampiraan
- Foto-foto S.I School
- "Bung Tan" (Sambutan Semaun)
- Lagu Kebangsaan "De internatonale"
- Naskah lengkap Testamen Bung Karno kepada Tan Malaka

Harga : Rp.35.000,-
Pemesanan Silahkan Hubungi kaostokoh.com

Minggu, 22 Desember 2013

Tan Malaka : Merdeka 100%

http://www.kaostokoh.com/

Judul : Merdeka 100%
Penulis : Tan Malaka
Jenis Buku : ASLI (Bukan Copy)
Cover : Soft Cover
Hal : 173 Hal
Harga : Rp.45.000,-
Pemesanan Silahkan Hubungi kaostokoh.com

Kamis, 12 Desember 2013

Pacar Merah Indonesia

http://www.kaostokoh.com/
Judul :
- Novel Sejarah Pacar Merah Indonesia Jilid I (Petualangan Tan Malaka menjadi buron polisi rahasia kolonial)
- Novel Sejarah Pacar Merah Indonesia Jilid II (Peranan Tan Malaka dalam berbagai konflik dunia)
Penulis : Matu Mona
Jenis Buku : ASLI (Bukan Copy)
Kondisi : Segel
Cover : Soft Cover
Hal : jilid I (271 hal) Jilid II (228 hal)
Harga : Rp.100.000,- Satu paket (jilid I dan II)

 Pemesanan Silahkan Hubungi kaostokoh.com

Rabu, 27 November 2013

Tan Malaka : Gerilya Politik Ekonomi (GerPolEk)

 Tan Malaka gerpolek

Judul : Gerilya Politik Ekonomi (GerPolEk)
Penulis : Tan Malaka 
Jenis Buku : ASLI (Bukan Copy)
Cover : Soft Cover 
Harga : Rp.35.000,-
Pemesanan Silahkan Hubungi kaostokoh.com

Selasa, 19 November 2013

Tan Malaka : Dari Penjara Ke Penjara

 kaostokoh.com

Judul : Dari Penjara Ke Penjara

Penulis : Tan Malaka 
Jenis Buku : ASLI (Bukan copy)
Kondisi : Baru / segel
Cover : Soft Cover 
Tebal : 559 halaman
Harga : Rp.100.000,-
Pemesanan silahkan hubungi kaostokoh.com



Kata Pengantar
Tan Malaka 
Dari Penjara Ke Penjara

BANYAK teman seperjuangan diluar dan didalam penjara mengusulkan,  agar saya menulis sejarah hidup saya. Katanya, agar pengalaman yang saya dapatkan dapat dijadikan pelajaran bagi pahlawan kemerdekaan sekarang dan dihari depan.
Baru sebulan - dua bulan yang lalu saya putuskan untuk menerima usul itu. Sebelumnya saya memandang usul tersebut tidak perlu. Alasan banyak pekerjaan yang jauh lebih penting daripada melukiskan sejarah hidup diri sendiri. Pekerjaan lainnya itu harus dikerjakan dengan cepat dan penuh perhatian. Alasan kedua, menuliskan sejarah hidup selama lebih dari setengah abad yang banyak turun - naik, yang ternyata lebih penuh down daripada up-nya, bukan pekerjaan yang dapat disambilkan. Alasan terakhir, yang tidak kurang pentingnya keadaan diri saya sendiri kehilangan kemerdekaan dan hari depan yang serta sering berpindah tempat yang tak menentu, seringkali berada ditempat yang tidak mengizinkan untuk menulis berhadapan dengan kemungkinan, apa yang telah ditulis akan disita, dijadikan alasan untuk bahan flufftzercampagne lawan yang tidak fair. Atas pertimbangan itu, mulanya sejarah saya hendak diserahkan kepada sang sejarah sendiri.
Tetapi setelah dipenjara di Magelang saya mendapatkan sel yang sunyi senyap, tidak bercampur dengan tawanan lain dan mendapat kertas, potlot dan meja untuk menulis, maka timbul pikiran untuk menulis, meskipun untuk mengisi waktu saja.
Mulanya saya hendak meneruskan tulisan tentang Aslia, yang mulai ditulis sejak 1942 di Jakarta. Tetapi karena salinannya, termasuk bahan statistik yang berhubungan dengan ekonomi dan lain-lain tidak saya pegang tersangkut bersama salinan Aslia, maka terpaksa menunda pekerjaan yang telah lima tahun saya mulai. Sehingga saya terpaksa menuliskan beberapa peringatan ini.
Jadi, yang saya tuliskan disini bukanlah sejarah hidup dalam arti yang sebenarnya. Bukan sejarah hidup yang biasa ditulis menurut tarikh dari masa kanak-kanak sampai masa dewasa, dan masa pendidikan sampai masa bekerja buat masyarakat, yang biasanya dinamakan buku life and work atau Hidup dan Pekerjaan. Tetapi saya tidak menulis sesuatu yang tidak mengandung sejarah yang tidak berkaitan dengan saya.
Ahli sejarah dapat membandingkan apa yang saya tulis dengan kejadian sebenarnya tidak lebih tidak kurang beberapa orang yang namanya saya sebutkan dapat dicari dan ditanyakan oleh mereka yang berkeinginan. Jika tidak cocok benar, bukan terletak pada kemauan melainkan kekhilafan sebagai manusia atau pada sifat daya ingat.
Apa yang saya tulis hanya sebagian dari sejarah yang erat hubungannya dengan mengupayakan kemerdekaan dalam arti politik dan ekonomi. Bagian hidup itu saya pusatkan pada beberapa penjara. Berkaitan dengan itu, beberapa penjara diberi penjelasan oleh keadaan sebelum, sedang dan sesudahnya saya masuk penjara.
Secara berurutan, dalam buku yang terbagi dalam dua jilid, menceritakan sebelum sedang dan sesudah saya dipenjara di Hindia-Belanda, Filipina, Hongkong, dan Republik Indonesia. Pada jilid pertama menceritakan sekitar penjara Hindia Belanda dan Filipina. Usaha untuk menjalankan kewajiban menuntut kemerdekaan rakyat Indonesia dan diri saya sendiri jelas mendapat halangan keras dari Imperialisme belanda, Amerika, dan Inggris. Bagi saya hal itu tidak mengherankan dan mengecilkan hati saya. Sebaliknya, saya merasa gembira dapat menyaksikan hebatnya perjuangan rakyat Indonesia dimata Imperialisme Internasional. Saya percaya pula, jika semua halangan ini dapat diatasi dan memperoleh kemerdekaan sepenuhnya, maka pada saat itu terjaminlah kesentosaan, kemakmuran, dan kebahagiaan rakyat Indonesia yang merdeka itu.
Semua kodrat lahir dan batin yang dibangun dan diperoleh guna menyingkirkan halangan itu, kelak menjelma menjadi kodrat pembangunan dan pelindung dalam segala-galanya. Semakin banyak kodrat itu diperlukan dan diperoleh, semakin teguh jaminan buat hari rakyat Indonesia.
Buku ini saya beri nama Dari Penjara Ke Penjara. Memang saya rasa ada hubungan antara penjara dengan kemerdekaan sejati. Barangsiapa yang menghendaki kemerdekaan buat umum, maka ia harus sedia dan ikhlas untuk menderita kehilangan kemerdekaan diri sendiri.
Siapa ingin merdeka harus bersedia dipenjara

TAN MALAKA
Penjara Ponorogo, September 1947